Bursel dan MBD Belum Tersentuh Program Keluarga Harapan

15/01/2016 – 10:50

Siwalima

Tuesday, 05 January 2016

Ambon – Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai program perlindungan sosial melalui pemberian uang tunai kepada keluarga sangat miskin (KSM) dari Pemerintah Pusat, hingga sekarang belum menyentuh dua kabupaten di Maluku yakni, Buru Selatan (Bursel) dan Maluku Barat Daya (MBD).

“Sembilan Kabupaten di Maluku sudah tersentuh dengan PKH. Tetapi masih ada Bursel dan MBD yang belum,” jelas Kepala Dinas Sosial Maluku Paulus Kastanya kepada Siwalima di Ambon, akhir pekan lalu.

Tidak tersentuhnya kedua kabupaten ini, menurut Kastanya, dikarenakan infrastruktur yang terbatas. Program Pemerintah Pusat ini, bukan semata-mata memberikan bantuannya saja, tetapi harus berdasarkan persyarataan dari kabupaten yang akan terima bantuan. Dan tersediannya infrastruktur pendukunglah yang dimaksud sebagai persyaratan tersebut.

“Jika infrastruktur pendukung tidak ada, PKH tidak bisa diterima. Setidaknya suatu desa harus menjamin infrastruktur yang memadai bagi Kepala Keluarga yang akan terima bantuan. Oleh sebab itu, Bursel dan MBD yang desa-desanya belum menjamin infrastruktur pendukung hingga sekarang belum bisa terima bantuan,” jelasnya.

Kendati demikian, Kastanya tak mengetahui dengan pasti jumlah KK yang mendapat PKH ini. PKH sebagai program Pemerintah Pusat, lebih diarahkan untuk membantu kelompok sangat miskin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Sehingga sebelum bantuan diberikan, ungkapnya, setidaknya infrastruktur pendidikan dan kesehatan sudah harus dibangun terlebih dahulu.

“Setidaknya pada desa ada satu sekolah dan puskesmas, sehingga PKH yang diberikan bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan dapat merasakan dampak positif dari PKH itu sendiri, karena bantuan yang diberikan ini dalam bentuk uang tunai,” ujarnya.

Program ini kata Kastanya, sangatlah baik karena melalui program ini, diharapkan dapat mengubah perilaku keluarga sangat miskin untuk memeriksakan ibu hamil/nifas/balita ke fasilitas kesehatan dan mengirimkan anak ke sekolah sebagai fasilitas pendidikan. Sementara itu, dalam jangka panjang PKH diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.

Kastanya mengaharapkan, aparatur desa dan kabupaten pada kedua kabupaten di maksudd dapat segera membangun infrastruktur untuk kesehatan dan pendidikan, agar dapat memudahkan para penerima PKH untuk mencari fasiltas kesehatan dan pendidikan. (S-43)

– See more at: http://www.siwalimanews.com/post/bursel_dan_mbd_belum_tersentuh_pkh_1#sthash.ekzTD24e.dpuf